Hari Sabtu, 6 Desember 2014.

Seperti biasanya, setiap pagi sebelum berangkat mengajar, saya mengecek terlebih dahulu pesan singkat yang masuk ke telepon seluler. Ketika membuka salah satu pesan dari salah satu teman guru saya tertulis kabar bahwa pada hari Jum’at pukul 23.30 Jalan Karang Anyar kebakaran dan menghanguskan banyak rumah diantaranya rumah Bu Kurniasih seorang guru Raudhatul Athfal/RA, masya Allah padahal baru beberapa hari beliau mengikuti pelatihan pengisian data sekolah bersama saya di daerah Cempaka Putih Jakarta Pusat.

Dalam perjalanan kereta api listrik (Commuterline) menuju sekolah tempat saya mengajar Raudhatul Athfal/RA Bahrul Ulum di Jalan Mangga Besar 13 Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat, saya terus berpikir bagaimana cara saya membantu teman yang terkena musibah dan memaksimalkan sumber daya yang ada di RA Kecamatan Sawah Besar yang berbeda Kelurahan untuk membantu korban kebakaran.

Saya segera berkoordinasi dengan Bu Santi Ketua Cabang Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Sawah Besar untuk mengetahui ada berapa korban kebakaran dari pihak guru maupun murid RA di tempat tersebut. Selain hal tersebut, saya memberitahukan juga kepada teman-teman guru se Jakarta Pusat tentang musibah kebakaran ini. Respon yang diterima sangat baik terutama Kepala Sekolah dan guru RA se Kecamatan Sawah Besar. Dengan ijin dari Pengawas RA Kecamatan Sawah Besar, kami menggalang dana bantuan untuk musibah kebakaran ini.

Dalam musibah ini, selain dari pihak guru RA, banyak pula murid-murid RA yang juga menjadi korban. Keluarga mereka tidak bisa menyelamatkan surat-surat berharga ataupun harta benda, mereka hanya berpikir menyelamatkan diri dan anak-anak agar terhindar dari kebakaran. Isak tangis anak-anak serta orangtua melihat rumah mereka telah habis terbakar. Raut wajah penuh lelah menghiasi wajah para Bapak dan pemuda-pemuda yang bekerja keras semalaman untuk memadamkan api. Mereka berusaha mencari barang-barang yang masih bisa terpakai dan berusaha tegar menghadapi musibah yang tak pernah terduga ini.

Hari Minggu, 7 Desember 2014

Minggu siang, jajaran Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal mulai bekerja, berkomunikasi lalu mendata guru dan murid-murid yang terkena musibah kebakaran. Sebagai penanggung jawab lapangan diserahkan ke Bu Anik, Bendahara di IGRA Kecamatan Sawah Besar karena rumah beliau berdekatan jaraknya dengan lokasi kejadian. Bu Anik dibantu teman-teman yang berdekatan rumahnya dengan lokasi melakukan pendataan dan diketahui bahwa korban kebakaran terdapat 1 guru RA dan 15 murid RA. Mereka semua kehilangan tempat tinggalnya.

Hari Senin, 8 Desember 2014

Hasil keterangan dari Dinas Kebakaran, ada 120 rumah yang habis terbakar. Hubungan arus pendek listrik sebuah rumah yang ditinggal oleh penghuninya diketahui sebagai penyebab kebakaran tersebut. Pada saat kejadian pemadam kebakaran menurunkan 20 unit mobilnya. Namun dikarenakan tidak ada jarak antara rumah yang satu dengan yang lain, juga akses jalan yang tidak layak maka api sulit dipadamkan sehingga banyak rumah yang terbakar.

Aksi cepat tanggap dari teman-teman guru untuk mengumpulkan bantuan sangat baik sekali. Di Kecamatan Sawah Besar Jakart Pusat terdapat 13 RA. Di setiap RA menghimbau agar setiap murid berlatih simpati dan empati pada musibah kebakaran ini melalui bantuan yang mereka dapat berikan kepada korban-korban kebakaran. Terlebih dahulu murid-murid di setiap RA diberikan pengetahuan melalui cerita tentang kebakaran mulai dari penyebab hingga akibat kebakaran yang terjadi. Sedini mungkin mereka dapat mengetahui penyebabnya sehingga mereka akan lebih berhati-hati dan meminta bantuan orang dewasa atau orang tua bila berhubungan dengan listrik.

Setelah mendengar cerita dari teman-teman guru tentang respon anak-anak di sekolah tentang kejadian kebakaran ini sungguh luar biasa. Mereka banyak bertanya dan ingin lebih tahu seputar hal tentang kebakaran. Mereka juga antusias mengumpulkan bantuan untuk teman-teman mereka di Karang Anyar yang terkena musibah. Salah satunya adalah murid saya bernama Shakila, ketika sampai di rumah dia bilang kepada Ibunya untuk lansung ke sekolah memberikan bantuan.

“Mama, sekarang juga ke sekolah yah kasih bantuan buat teman kakak yang rumahnya kebakaran di Karang Anyar.”

“Ibu guru bilangnya besok kak”

“Nga mau, harus sekarang!. Kasihan teman kakak rumahnya habis kebakar”

Lalu segera ibu tersebut ke sekolah yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

“Assalamu’alaikum bu guru”

“Walaikumsalam, ya mama shakila ada yang perlu saya bantu?”

“Ini bu, shakila minta sekarang juga kasih bantuan untuk teman-temannya yang terkena kebakaran, tidak mau besok katanya”, Sang

ibu sambil tersenyum memandangi anaknya yang juga tersenyum.

Setiap anak memiliki tahapan emosional untuk berkembang dan Shakila memiliki perkembangan sosial emosional yang sangat baik, semoga hal tersebut menular kepada teman-teman lainnya.

Hari Selasa, 9 Desember 2014

Setelah dua hari menggalang dana bantuan, akhirnya disepakati bahwa posko bantuan IGRA Kecamatan Sawah Besar bertempat di RA Manhalun Nasyiin. Selain bantuan dari Kecamatan Sawah Besar, bantuan juga datang dari IGRA Kecamatan Tanah Abang dan Kecamatan lainnya.

Allah swt telah menunjukkan bila kebaikan itu terorganisir dengan baik maka hasilnya akan baik pula. Alhamdulillah, bantuan berupa uang dan makanan siap saji telah diberikan lansung oleh Pengurus IGRA Kecamatan Sawah Besar kepada para korban kebakaran baik untuk guru RA, murid-murid RA maupun dari luar lingkungan RA. Semoga bantuan yang sedikit tersebut menjadi amal ibadah kami semua dan ridho Allah-lah yang senantiasa kami harapkan.

Writing Heroes 2015, Wiwik Suryandarini

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!