Headline media di pagi yang sejuk membakar kenyamanan hidup Nadia. Hidupnya sontak diliputi kehancuran laksana disapu tsunami saat mendapati warta bahwa ayahnya ditangkap KPK dengan sangkaan terlibat penyuapan pejabat untuk mempengaruhi kebijakan yang menguntungkan group bisnis ayahnya. Nadia ingin kabur menjauh di pulau terpencil di ujung dunia. Namun hampir semua tempat eksotik di dunia sudah pernah di kunjungi dan dia selalu bertemu juga dengan para pelancong dari Indonesia. Dia tak tahu lagi bagaimana harus bagaimana menghadapi perubahan yang pasti akan membuat nama keluarganya jatuh di titik nadir. Menelusuri destinasi wisata di berbagai belahan dunia merupakan pengalaman yang biasa bagi Nadia. Sudut-sudut kota terkenal di dunia hampir semua pernah disinggahi. Bahkan dia hapal detail lorong-lorong tempat wisata yang sering muncul di halaman majalah. Tempat-tempat yang direkomendasikan untuk tempat berlari dari penatnya hidup di kota besar karena seringnya menjelajahi tempat-tempat yang bagi sebagaian orang masih merupakan impian untuk dikunjungi. Nadia menjelma menjadi seorang traveling freak, pengelana sejati. Tiap tempat yang dibaca, segera masuk agenda untuk segera dikunjungi. Tidaklah mengherankan mengingat ayahnya selalu masuk dalam lima puluh pembayar pajak terbesar di negeri ini. Tak sayang menghabiskan berapa pun agar putri semata wayangnya bisa mendarat di tempat manapun yang diinginkan. Seolah jumlah uangnya tak berseri, saking banyaknya. Kalau harus disebut dalam satu kata, tepatnya adalah: Taipan! Ditengah keputusaasaan, secara tak sengaja Nadia membaca lowongan relawan mengajar di sebuah pulau terpencil, mengajar di Papua! Nadia seakan mendapatkan jalan keluar untuk bersembunyi. Tanpa ragu lagi dia menawarkan diri ke Papua meski motivasi utamanya bukanlah mengajar, namun lari dari kejaran pemberitaan media tentang kasus yang membelit ayahnya.

Namun kehadirannya di pedalaman justru menjadi dilema. Kurang bisa diterima oleh para ibu-ibu yang tinggal di Honai, karena menganggap kehadiran Nadia membuat para bapak jadi lebih rajin mengantar anak ke sekolah darurat ketimbang lebih pagi berangkat mencari kayu bakar di hutan seperti kebiasaan sebelum kehadirannya di perkampungan yang dikelilingi hutan dan perbukitan itu.

1 Rumah adat beratap rumbia di daerah pegunungan Jayawijaya.
Di bumi Cenderawasih, niatan bersembunyi di pulau eksotis itu terbentur kenyataan yang tak mudah. Kemiskinan, jurang ketimpangan sosial, perilaku buruk masyarakat, pendidikan yang rendah, dan pranata adat yang membuatnya gegar justru adalah keniscayaan yang harus dihadapi. Bayangan eksotisme sosio kultural tak seindah yang diharapkan karena bibit separatisme yang pelan-pelan bersemi karena ketidakadilan proses pembangunan terjadi bersamaan dengan kehadirannya. Nadia terbelit diantara impian petualangan pribadi dan realitas yang sarat dengan kepentingan yang menyisakan bom waktu yang setiap saat meledak sebagai konflik separatisme.

Disatu sisi, murid-murid sangat antusias untuk selalu bertemu dengan ‘Bu Guru Nadia’ tiap hari. Karena baru pertama kali mereka mendapatkan guru yang secantik Nadia. Nadia menjelma menjadi magnet berkat ceritanya traveling dan pengalaman hidup yang berwarna. Mereka menjadi punya tekad untuk pintar agar bisa keluar dari kampung di tengah hutan untuk menjadi manusia yang merdeka. Bisa berkelana menikmati penjuru dunia seperti yang diceritakan Ibu Guru Nadia. Mereka ingin mencicipi naik ‘burung besi’ yang ditumpangi Bu Nadia keliling dunia.

Nadia seakan terjebak menuju jalan buntu. Sebagai pribadi yang sembunyi dari kenyataan dilain pihak harus menempatkan diri sebagai pendidik sekaligus tumpuan untuk meredam konflik sehingga masyarakat Papua semakin merasa sebagai bagian dari negara kesatuan republik indonesia. Sudah kepalang basah. Nadia harus bergelut dengan problematika masyarakat dan pengabdian sebagai pendidik. Dan pada satu titik akhirnya dia menyadari bahwa tanah Papua adalah surga yang tak terceritakan. Dan bila tanpa mampu merawatnya akan menjelma menjadi kubangan penuh derita. * * * * *

Writing Heroes 2015, Beni Jusuf

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!