Inspirator Academy - Book Review - Sales Warrior - Apriliah RahmaMenjadi pasukan elite penjualan dengan paradigma baru dan tekhnik jitu untuk menjual 10x lebih banyak di tengah persaingan yang semakin menggila.

Judul: Sales Warrior

Karya: Eloy Zalukhu

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Book Reviewer: Apriliah Rahma

 

Filosofi dasar RAVE Sales Principles adalah “Selling more through trusted relationship and professionally competing on value, not price”. Penulis meyakini bahwa di tengah persaingan yang terus meningkat, strategi jitu untuk meraih hasil terbaik dalam dunia penjualan adalah melalui hubungan baik dengan konsumen serta kreativitas menciptakan nilai-tambah, bukan dengan diskon atau penurunan harga.

Secara garis besar, buku ini merupakan panduan bagi tenaga penjual untuk menjadi Sales Warrior, yaitu pasukan elite penjualan yang dilatih secara khusus, bukan hanya dalam hal semangat dan keberanian, tapi juga keterampilan dan teknik untuk memenangkan setiap pertempuran. Bagi seorang Sales Warrior, selling adalah tentang memberi dan melayani konsumen dengan sebaik-baiknya, sementara keuntungan maksimal menjadi imbalannya. Sales Warrior tak hanya mampu melewati setiap kesulitan dengan baik, tapi bahkan bisa menikmati setiap kesulitan tersebut saat sedang menghadapinya dan berhasil mengukir sejarah kesuksesan.

Semua potensi dan bakat dikerahkan dengan komitmen untuk memberikan yang terbaik, agar setiap waktu­ meraih hasil penjualan hingga 10x lebih banyak dibandingkan tenaga penjual pada umumnya.

Untuk memenangkan pertempuran pasar, Sales Warrior menggunakan senjata bernama RAVE Sales Principles. Dalam bahasa Inggris kuno, RAVE berarti sambutan hangat, seperti yang diharapkan oleh semua tenaga penjual saat bertemu prospek atau calon konsumen. Namun, dalam konteks buku ini, RAVE merupakan konsep baru yang dibuat penulis, sebagai akronim dari Relationship-bAsed and Value for Engagement selling.

RAVE Sales Principles terdiri dari dua bagian. Pertama adalah bagian paradigma, mindset, atau filosofi dasar, yaitu bagaimana memulai dan membangun hubungan baik dengan prospek atau calon konsumen (relationship-based selling), untuk kemudian menciptakan nilai-tambah yang bermanfaat bagi konsumen (value-added selling) sehingga melahirkan kepuasan dan loyalitas konsumen (customer engagement).

Bagian kedua adalah teknik jitu penjualan, mulai dari cara meningkatkan leads and referrals, melakukan prospecting secara efektif, menggali kebutuhan dan harapan calon konsumen, memberikan presentasi yang mampu memenangkan otak limbik calon konsumen, mengelola keberatan termasuk dalam hal permintaan diskon atau penurunan harga, sampai pada ilmu terpenting dalam penjualan, yaitu teknik negosiasi untuk memenangkan transaksi penjualan; No Selling, No Closing. No Closing, No Money. No Money, No Business!” Prinsip RAVE Selling dilengkapi dengan kiat meningkatkan penjualan melalui cross-selling, mempersiapkan elevator pitch, membangun personal brand, serta peran setiap bagian organisasi dalam membangun kepuasan dan loyalitas konsumen.

***

SALES WARRIOR

“It is not the strongest or the most intelligent whowill suvive  but those who can best manage change.” [charles darwin]

Sales warrior tak hanya mampu melewati setiap kesulitan dengan baik, tapi juga bisa menikmati setiap halangan dan mengukir sejarah kesuksesan.

Katakan tidak pada hasil rata-rata!

Untuk berhasil dalam bidang apapun, Anda harus bekerja sepuluh kali lebih besar daripada yang lainnya. Demikian pula untuk menjadi Sales Warrior, pertama-tama Anda harus menolak dan berkata tidak pada hasil rata-rata. Say NO to average! Mulai hari ini, katakan YA pada kerja keras,  yes to massive action! Jadilah manusia yang berpikir dan bertindak 10x lebih baik dari sebelumnya. Itulah awal untuk membangkitkan seluruh bakat atau potensi yang selama ini tertidur dalam diri Anda, guna meraih hasil 10x lebih banyak.

Hukum 10x ini akan sangat mudah diterima oleh pikiran manusia; yang sulit adalah mengerjakannya. Sulit karena ada risiko-sekaligus peluang-ketika Anda berpikir dan bertindak 10x lebih baik. Dan dengan bersamaan dengan hal ini pula akan ada juga kritikan yang akan didapatkan. Karena Anda berbeda!

Karena terbiasa dengan hasil rata-rata terkadang yang mengkritik bukanlah dari orang jauh terlebih pada orang-orang terdekat. Karena pembawaan yang massive action (bekerja keras) membuat mereka menggelisahkan Anda. Dan kegelisahan mereka tidak akan mengenakan bagi Anda. Dan itulah tantangan dari seorang SALES WARRIOR. Namun ada orang juga yang memahami bahwa kritik dan kebencian itu bukan untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi. Jika terus menghindari kritikan dan kebencian, pasti selamanya akan menjadi orang rata-rata. Tidak lebih!

Sejarah membuktikan bahwa orang-orang yang dikagumi tidak pernah berjuang untuk mencari nama. Mereka dipacu keinginan untuk berkontribusi pada dunia menjadi lebih baik. Saat berjuang mereka tidak pernah berpikir untuk mencari keuntungan untuk diri sendiri. Itulah gambaran seorang Sales Warrior. Filosofinya adalah memberi nilai-tambah dan melayani konsumen 10x lebih baik dari sebelumnya.

THE SPIRIT OF SALES WARRIOR.

Didalam buku Succes Triangle Principal, musuh terbesar seorang Sales Warrior adalah diri sendiri, yang sering kali puas dengan hasil rata-rata. Musuh utama kita adalah pikiran rata-rata (average mindset) yang kemudian menghasilkan hasil rata-rata (average action) untuk hasil rata-rata (average result).

Maka dari itu seorang Sales Warrior harus memiliki hal dibawah ini:

  1. ATTITUDE
  2. BELIEVE
  3. GOALS SETTING
  4. MASSIVE ACTION
  5. ENDURANCE
  6. SALES READINESS
  7. TERRITORY MANAGEMENT
  8. TIME AND PRIORITY
  9. IMPORTANT & URGENT

Gagasannya, jika Anda memusatkan perhatian pada kegiatan yang masuk kategori 20% TERPENTING, Anda akan mendapatkan hasil 80%.

RAVE Sales Principles

“Selling is about giving ang serving, profit is a by-product.” [Eloy Zalukhu]

RAVE merupakan kata dalam bahasa inggris kuno yang berarti sambutan hangat, sesuatu yang diharapkan oleh setiap tenaga penjual ketika bertemu dengan konsumen atau prospek. RAVE juga akronim dari Relationship-bAsed and Value for Engagement selling, yaitu filosofi menjual dengan tiga sudut utama: Relataionship, Value dan Engagement.

RAVE Sales Principles terdiri dari dua bagian. Pertama adalah Costumer Centric Selling, yaitu paradigma, mindset atau filosofi dasar. Kedua adalah teknik jitu penjualan, mulai dari cara meningkatkan leads and referrals, melakukan prospekting secara efektif, menggali kebutuhan dan harapan calon konsumen, memberikan presentasi yang mengena, mengelola keberatan termasuk permintaan diskon atau penuruna harga, sampai pada ilmu terpenting dalam penjualan yaitu teknik negosiasi untuk memenangkan transaksi (closing technique)-NO CLOSING NO MONEY. Prinsip RAVE Selling dilengkapi kita-kiat bagaimana meningkatkan penjualan melalui cross selling, personal branding serta peran setiap bagian organisasi dalam membangun kepuasan dan loyalitas konsumen.

HARD SELLING AND CONSULTIVE SELLING

HARD SELLING

*ada foto tabelnya*

Dengan meningkatnya persaingan bisnis, jelaslah pendekatan Hard Selling tak lagi efektif.

RAVE Selling Principles

*terlampir fotonya*

  1. TOP DOWN APROACH
  2. MEMBERI DAN MELAYANI

Yang perlu diingat lagi disini adalah mengutamakan kepentingan konsumen terlebih dahulu, baru kepentingan Anda (Costumer Centric Selling)

Relatinship – Based Selling

“All thins being aqual, people want to do business with their friends. All things being not so equal, people STILL want to do business with their friends.” [Jeffrey Gitomer]

Pakar hubungan antar-pribadi, John C. Maxwell, mengungkapkan bahwa “Semua kesuksesan dalam hidup berawal dari hubungan dengan orang yang tepat, yang kemudian memperkuat hubungan itu melalui memulai dan membangun hubungan baik dengan orang lain. Demikian pula kegagalan, biasanya dilacak balik pada kegagalan hubungan dengan sesame manusia lain.

  1. SALING PERCAYA

Dalam bisnis apa pun, hubungan baik dengan pelanggan merupakan kunci utama.

  1. BUAH HUBUNGAN BAIK
  2. HUBUNGAN BAIK

Keberhasilan penjualan terkait dengan beberapa factor, termasuk kualitas produk dan layanan pelanggan, tapi yang tak kalah penting adalah hubungan baik dengan prospek atau konsumen.

  1. PERIKSA DIRI SENDIRI

Orang yang belum bisa menerima atau menghargai dirinya sendiri, akan sering merasa orang lain menolak dan merendahkan dirinya.

  1. PERIKSA CARA PANDANG TERHADAP ORANG LAIN 

***

Berikut tiga bab awal yang saya singkat secara garis besar. Buku ini membuat saya memiliki sudut pandang lain mengenai SALES dan dalam buku ini memang wajib dilahab habis oleh kamu yang ingin menaikan penjualan 10x lebih dari rata-rata.

Semoga kita bisa menjadi orang diatas rata-rata dengan melipat gandakan sebanyak 10x dari hasil sebelumnya.

Inspirator Academy - Book Review - Sales Warrior - Apriliah Rahma

 

RelatedPost

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!