Book - Percepatan RezekiJudul: Percepatan Rezeki

Penulis: Ippho Santosa

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Tebal: 141 halaman

Book Reviewer: Budi Santosa

Buku percepatan rezeki dalam 40 hari dengan otak kanan ini adalah buku karya Ippho Right Santosa yang bisa dibilang memiliki keterkaitan dengan buku sebelumnya, yaitu buku mega-best seller 7 Keajaiban Rezeki. Yang membedakan buku ini dengan buku sebelumnya adalah buku ini mengulas pembahasan rezeki dari sisi uang, waktu dan kesehatan lebih lengkap dari buku sebelumnya yang hanya membahas rezeki dari sisi uang saja. Tidak hanya mengandalkan pendekatan khas otak kanan saja, buku ini juga mengedepankan sentuhan-sentuhan islami yang membuatnya apik dan menarik.

Di bab pertama, Warisan Nabi, kita diberikan fakta sejarah mengenai Nabi Muhammad SAW yang kaya, yang sudah bekerja dengan berdagang sejak usia 12 th sampai ke luar negeri dan menjadi pengusaha selama 25 th, dan kekayaan lainnya, tapi beliau tetap hidup dengan sederhana. Begitu juga dengan istri nabi Siti Khatidjah, sahabat nabi, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Abdurahman bin Auf yang sangat kaya yang mensedekahkan hartanya secara besar-besaran di jalan Alloh. Dan tak lupa pimpinan wali songo, Maulana Ibrahim, pendiri NU, Muhammadiyah dan Serikat Dagang Islam yang juga merupakan orang-orang kaya dan pengusaha di Indonesia. Mereka adalah contoh-contoh teladan yang harus diikuti. Dan menjadi kaya ala Nabi, inilah maksud Warisan Nabi.

Di dalam kitab suci disebutkan bahwa :

–          Allah lah yang menjadikan tertawa dan menangis

–          Allah lah yang menjadikan kematian dan kehidupan

–          Allah lah yang menjadikan laki-laki dan perempuan

–          Allah lah yang menjadikan kekayaan dan …….

Jika menjawab “Kemiskinan”, maka sudah pasti jawaban itu SALAH. Empat kalimat diatas diambil dari Al Qur’an Surat An Najm 53: 43-48, dimana Allah lah yang menjadikan kekayaan dan kecukupan. Jika seandainya manusia itu miskin, maka sesungguhnya manusialah yang memilih untuk miskin dan bukan karena Allah yang memilihnya (An Nisa 4 : 79, Yasin 36 : 19, dan Asy Syura 42 : 30 bahwa segala kebaikan berasal dari Allah dan segala keburukan berasal dari manusia sendiri.

Kerja adalah bentuk ibadah yang tertinggi. Nabi berwasiat : “Diantara dosa-dosa, ada dosa yang tidak dapat dihapus dengan puasa dan sholat, ia hanya dapat dihapus dengan bersusah payah mencari nafkah”. Wasiat lain menyebutkan “ Alloh menyukai hamba yang berkarya dan terampil. Sesiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka ia serupa dengan seorang pejuang di jalan Alloh”.

Menjadi kaya atau miskin itu adalah pilihan, bukanlah takdir. Namn takdir sendiri masih bisa dirubah, yaitu dengan trilogi doa, ibadah dan ikhtiar.

8 Jalur menuju keberlimpahan dan keberkahan:

  1. Miliki pembeda (Differentiation) dan pengali (Leverage) agar Success
  2. Miliki keahlian memasarkan
  3. Miliki relasi yang luas
  4. Fokus pada satu bidang dan jangan tergoda dengan ‘mainan baru’
  5. Segerakan pekerjaan dan tunda kesenangan
  6. Miliki pembimbing yang teruji, tegas, dan tulus
  7. Miliki sumber rezeki harian dan rezeki harimau (passive income dan massive income)
  8. Terapkan 7 keajaiban Rezeki dan Keajaiban ke-8

Di bab Piagam Tertinggi, dijelaskan bahwa menjadi kaya adalah harapan (impian) banyak orang. Dan cara terbaik untuk ‘membeli’ impian adalah dengan meningkatkan amal kebaikan dengan berusaha, berdoa, dan beramal (bersedekah, sholat dhuha, sholat tahajud). Ya berharap, ya beramal.

Bab ketiga adalah Inventasi Gaib, dalam arti sedekah. Karena sedekah sangat berkhasiat untuk menolak bala, memudahkan rezeki, memudahkan jodoh, dan memelihara kesehatan. Berapapun yang kita sedekahkan, pasti dibalas dan dilipatgandakan oleh-Nya. Perlu kita ketahui bahwa sedekahlah yang mampu meningkatkan harta. Sedangkan zakat hanya mampu menjaga harta. Apabila kita ingin betul-betul mengajaibkan hasil, maka lipatgandakanlah sedekah kita dengan dibarengi sholat dhuha dan tahajud. Sudah ikhlas atau belum ikhlas, tetaplah bersedekah.

Pada bab selanjutya yaitu Koin Keberuntungan dan 3 Komoditas Termahal. Dimana dijelaskan bahwa didalam hidup pasti menghadapi resiko, dan berbicara resiko adalah berbicara soal ketidakpasian. Dan ketidakpastian sendiri adalah rahmat, dimana rezeki, jodoh, dan maut adalah rahasia Alloh, tak ada seorangpun yang tahu pasti waktunya sehingga manusia akan optimal dalam berikhtiar dan beribadah. Tiga Komoditas Termahal yang dimaksud di sini adalah uang, waktu, dan kesehatan. Seseorang belum layak menyandang predikat kaya, kalau hanya menikmati salah satunya. Mesti menikmati ketiga-tiganya. Dan ternyata ketiga-tiganya bisa ‘dibeli’ dengan Koin Keberuntungan, sekurangnya ada tiga amalan, yakni sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajjud.

Di bab kelima, Puncak Kenikmatan dan 3 Rahasia Besar. Puncak kenikmatan yang dimaksud adalah kesehatan. Karena tanpa kesehatan, hampir dapat dipastikan nikmat-nikmat yang lain tidak akan terasa nikmat. Sedangkan tiga rahasia besar tentang kesehatan adalah 1.Sholat tahajjud. 2.Air dan 3. Anti rokok.

Bab keenam membahas tentang Akar Serabut Kerugian yaitu tidak berzakat, tidak membayar hak orang lain, tidak selarasnya impian dengan pasangan dan orang tua, tidak sempurnanya ikhtiar, dan tidak memahami cara meminta. Dan cara untuk mengatasinya adalah kita tunaikan semua hal tersebut.

Pada bab terakhir, adalah Keajaiban Ke-8, yaitu keyakinan yang sempurna  kepada Sang Maha Kuasa (Prisma Paripurna), dimana kita harus yakin akan keberadaan Alloh, Kekuasaan Alloh, Janji-janji Alloh, cara-cara yang diajarkan dan dianjurkan Alloh, dan yakin bahwa segala sesuatu dari Alloh adalah yang terbaik.

Dijelaskan bahwa sebenarnya bukan zakat yang melindungi, bukan sedekah yang mengayakan, bukan sholat tahajjud yang menyehatkan. Karena hanya Allah-lah yang melindungi, mengayakan, dan meyehatkan. Adapun zakat, sedekah, sholat tahajjud, dan lain-lain itu cuma sebuah ‘perantara’. Sebuah jalan. Sebuah wasilah. Jika kita telah memiliki keyakinan yang sempurna seperti itu, maka inilah yang dinamakan dengan Keajaiban Ke-8. Inilah yang menggerakkan 7 Keajaiban Rezeki. Inilah inti segala inti, rezeki di atas rezeki.

Buku yang pantas jadi rujukan bagi semua orang yang ingin berubah lebih baik lagi dan bagi yang ingin mempercepat rezekinya. Dikemas dengan bahasa santai dibumbui dengan”guyonan” yang membuat tidak monoton. Namun dalam  judul subbab di awal penjelasannya kurang sesuai dengan jumlah yang di judulkan, seperti 8 teladan kekayaan, sehingga sempat sedikit membingungkan.

Inspirator Academy - Book Review - Percepatan Rezeki - Budi Santosa

RelatedPost

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!