Book - Mari Berhitung Sisa HidupmuJudul: Mari Berhitung Sisa Hidupmu

ISBN: 978-979-22-8762-2

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Penulis: Surianto Rustan

Harga: Rp 70.000 (Gramedia)

Halaman: 180 halaman

Book Reviewer: Bernaz Ermanda

Makmur, menderita, sukses, terlilit hutang, dan kondisi lainnya baik senang ataupun sedih yang dirasakan sekarang terkadang menjadi bahan pembenaran untuk kita. Kadang kita menghubungkannya dengan keluarga, semua gara-gara keluarga, lingkungan, pasangan, teman atau partner kerja. Kita jarang mengevaluasi diri terhadap apa yang sudah pernah kita kerjakan. Padahal semua kesalahan yang menimpa kita bukan mutlak dari faktor eksternal. Jika berani mengevaluasi diri, kita akan merasa tertampar ketika menemukan bahwa sebenernya banyak faktor internal yang mempengaruhi kondisi kita sekarang. Benar saja quote dari Bill Gates yang sering kita jumpai, “Jika Anda lahir miskin, itu bukan salah Anda. Tapi jika Anda mati miskin, itu adalah salah Anda”.

Terlalu menyalahkan orang lain dan tidak berkaca pada diri sendiri membuat kita lupa diri, membuat kita tidak mengenali jati diri dan cenderung tidak mau mengambil pelajaran dari setiap yang dialami. Buku “Mari Berhitung Sisa Hidupmu” ini mengupas tentang refleksi penulis tentang pelajaran hidupnya. Cerita tentang bagaimana kita menyikapi diri kita, bagaimana kita bertindak dan move on ketika mengalami kegagalan. Banyak poin yang mengajak kita juga bertanya pada diri sendiri, “Berapa banyak manfaat yang sudah kita berikan kepada orang lain?”

Judulnya memang sangat kontras, unik sekaligus menyeramkan bagi beberapa orang. Buku ini menarik mulai dari covernya. Secara keseluruhan buku ini berisi tentang perjuangan, perjuangan penulis melewati badai kehidupan, pernah merasakan kematian jiwa, sampai berhasil melewati senja dan makin bersinar. Bahasa persuasif yang ringan membuat pembaca perlu membuka kamus besar bahasa Indonesia untuk mencari makna dan padanan kata.

Latar belakang penulis adalah desain grafis atau desain komunikasi visual. Jadi, jangan khawatir untuk Anda yang boring membaca buku full text. Buku ini didesain sedemikian rupa dengan matial visual yang dominan. Pemilihan analogi, gambar, foto, ilustrasi, infografis sangat memudahkan pembaca menangkap pesan dibalik tulisan.

Berisi pelajaran hidup pribadi penulis ini mempunyai banyak pesan yang bertebaran di setiap halaman, pembaca mesti jeli untuk menangkap analogi dan pesan yang tersurat. Buku yang membuat kita berpikir ulang tentang seberapa bijaksana kita menghadapi problematika sehari-hari. Buku yang membuat kita berpikir keras tentang hal-hal apa saja yang belum, sedang, dan akan kita lakukan yang bermanfaat dan akan dikenang ketika kita sudah tiada.

Buku ini bagaikan diary yang memuat pengalaman dan hikmah yang diambil. Seolah-olah ditulis dan ditujukan untuk penulis sendiri. Uniknya adalah setiap permasalahan yang penulis lewati sangat familiar, ini membuat pembaca mudah dan tertarik mencerna halaman demi halaman. Perlu mempunyai hati yang besar ketika menuliskan pengalaman pribadi yang ekspektasinya bisa menginspirasi orang dan ikut berpikir.

Buku setebal 180 halaman ini cocok buat Anda atau sebagai buah tangan ke kerabat Anda yang sedang menghadapi masa sulit dalam hidupnya dan butuh pecutan untuk terus bergerak. Pada akhirnya, pertanyaan besar yang harus dijawab adalah “karya apa yang sudah dibuat?” Karena karya adalah sebuah peninggalan dan bukti nyata bahwa seseorang ada. Manusia ada batas usianya, karya akan terus ada dan menginspirasi walaupun tanpa pembuatnya.

Inspirator Academy - Book Review - Mari Berhitung Sisa Hidupmu oleh Bernaz Ermanda

RelatedPost

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!