Kubik Leadership

Judul Buku: Kubik Leadership; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Hidup Mulia

Penulis: Farid Poniman, Indrawan Nugroho, dan Jamil Azzaini.

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Book Reviewer:Septiono Budi Santosa

“There is no passion to be found in playing small – in settling for a life that is less than what you are capable of living” – Nelson Mandela.

 

 

Kepemimpinan dalam kubik leadership adalah kemampuan untuk menentukan ke mana hidup akan diarahkan, apa-apa saja yang ingin dilakukan dalam hidup dan jalan mana yang harus ditempuh untuk mencapainya. Jadi kata “leadership” lebih mengarah pada diri kita sendiri sedangkan kata “kubik” mengacu pada satuan isi sebuah ruang tiga dimensi yang terdiri dari sumbu x, y, dan z. Ketiga sumbu ini mengacu pada tiga anatomi yang harus kita pimpin dalam diri kita, yaitu kepemimpinan terhadap keyakinan (faith), aksi, dan pekerti.

Dalam membahas konsep Kubik Leadershipnya, para penulis memperkenalkan satu kata yang menjadi ciri khas buku ini, yaitu valensi. Valensi adalah ‘takaran’ atau ‘bobot’ yang mewakili keseluruhan kapasitas diri Anda. Setiap orang memiliki valensi yang berbeda-beda. Valensi yang Anda miliki akan menentukan kualitas hasil kerja Anda dan memengaruhi tingkat kesuksesan Anda.

Yang ditawarkan di buku adalah solusi esensial meraih “sukses + mulia”. Tidak sebatas frasa “sukses” sebagai pencapaian pribadi, namun selayaknya “mulia” agar bermanfaat bagi sekitarnya.

Menurut penulis, kesuksesan ditandai dengan tingginya nilai 4-TA (harta, takhta, kata, dan cinta) dalam hidup. Sedangkan kemuliaan ditandai dengan besarnya nilai manfaat yang mampu kita berikan untuk lingkungan sekitar kita. Semua kekuatan yang dibutuhkan sudah ada dalam diri kita masing-masing. Kita hanya perlu membangunkan kekuatan-kekuatan itu agar dapat mencapai prestasi-prestasi besar, meraih kesuksesan, dan menebarkan kemuliaan di manapun kita berada.

Jika ukuran sukses adalah 4-TA (harta, tahta, kata, cinta), maka setiap pribadi memiliki sifat dominan yang berbeda-beda. Analogi kepribadian seseorang adalah seperti karakteristik berikut:

Jari jempol      = memiliki keunggulan stamina dan visi (HARTA), bisa jadi kaya raya

Jari telunjuk    = kecenderungan menjadi pemimpin (TAHTA), berkedudukan

Jari tengah      = paling efektif jika diposisikan untuk mediasi

Jari manis        = secara alamiah memiliki daya tarik (KATA)

Jari kelingking = mengutamakan perasaan, gampang berjanji namun lemah dalam aplikasi, berempati besar dan pandai menjaga perasaan orang lain (CINTA)

Contoh aplikasi: Orang “jari tengah” dilukiskan sebagai pencari kebahagiaan, tidak terlalu ambisius untuk mendapatkan salah satu dari 4-TA itu secara maksimal.

Kubik Leadership adalah buku yang membahas kepemimpinan yang memiliki tiga prinsip utama, yaitu prinsip manusia, prinsip alam, dan prinsip Tuhan. Kesempurnaan manusia terletak pada kemampuannya untuk memilih, termasuk memilih bagaimana ia akan menjalani hidupnya. Raihlah sukses jangka panjang dengan cara memilih untuk meninggikan To Be (motivasi manusia untuk menjadi sesuatu) dan valensi (motivasi manusia untuk selalu mengembangkan dirinya, menjadi pribadi yang lebih baik lagi), serta meredahkan To Have (motivasi manusia dalam memiliki sesuatu yang bersifat materiil). Jadilah seorang expert yang senantiasa terinspirasi untuk berilmu.bersyukur dan bersabar.

Buku ini juga menjelaskan bahaya dari motivasi to have (bahaya dari motivasi materiil). Kadang manusia dalam menggapai cita-citanya hanya berukuran materi saja. Memiliki harta yang cukup, mobil dan rumah yang mewah dan sebagainya. Kadang hal itu membuat kita lupa akan dua hal lain yang penting, yaitu siapa kita dan kualitas diri kita (to be dan valensi). Buku ini mengatakan bahwa dengan kita mengejar to be dan valensi, maka to have akan dengan sendirinya mengikuti.

Jadilah EXPERT dengan senantiasa meningkatkan kualitas diri dalam melakukan segala sesuatu, tidak perlu terlalu memikirkan imbalah materi.

Optimalisasi ASET fisik-metafisik, dan hati yang kita miliki. Siaplah untuk bekerja keras, bekerjalah sesuai dengan potensi kita yang unik untuk memperoleh hasil maksimal, dan lakukan dengan keihklasan.

Tebar EPOS (energi positif). Sukses dengan pencapain HARTA, TAHTA (Kekuasaan), KATA (ilmu), dan CINTA yang tinggi tak akan pernah membuat kita menjadi manusia yang berharga bila kita tak membaginya. Jadilah manusia yang tak hanya sukses, namun juga mulia dengan bermanfaat bagi sebanyak mungkin sesama.

Jadi Kesuksesan harus diawali dengan keyakinan yang meliputi prinsip alam, manusia, dan Tuhan. Kemudian mulai beraksi dengan dasar 3-AS (kerja kerAS, kerja cerdAS, kerja ikhlAS). Sikap dan perilaku pun memegang poin esensial. Seseorang harus bersikap positif, produktif, dan kontributif. Hilangkan semua energi negatif. Ciptakan dan sebarkan energi positif melalui 4-TA (HarTA, TahTA, KaTA, dan CinTA). Dengan mengaplikasikan semuanya, hidup akan berjalan lebih baik.

Januari_Budi_Kubik

 

RelatedPost

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!