Book - Diary Yatim dan Petualang CintaJudul: Diary Yatim dan Petualang Cinta

Penulis: Ridha Bayyinah

ISBN: 9786020282930

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Tebal: 151 halaman

Tahun Terbit: 2016 (Cetakan ke-I)

Book Reviewer: Stephanie Prisca Dewi

Anak Yatim? Apa sih yang kalian pikirkan saat pertama kali mendengar kata ini? Mengapa harus ada sebutan anak yatim juga sih? Kebanyakan orang memandang anak yatim itu anak yang nakal, kurang kasih sayang, tidak terurus dan masih banyak pikiran negatif tentang anak yatim. Tidak dipungkiri banyak pandangan negatif tentang anak yatim. Padahal mereka tidak seburuk itu.

Yatim hanyalah sebuah status dimana seorang anak telah ditinggal meninggal oleh ayahnya untuk selama-lamanya. Meskipun begitu mereka tetaplah anak-anak seperti anak lainnya. Kalaupun bisa memilih mereka pastinya tidak akan memilih menjadi anak yatim. Rasulullah SAW pun sangat menyayangi anak yatim dan para pengasuhnya, seperti yang ada di salah satu hadist yang isinya :

Aku (Muhammad SAW) dan pengasuh anak yatim kelak disurga seperti dua jari ini (Rasulullah SAW menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya)”. (HR Bukhari).

Begitu berharganya anak-anak yatim di mata Rasulullah SAW, dan juga para pengasuh, pecinta anak yatim, sehingga kelak di surga Rasulullah SAW dan para pengasuh anak yatim seperti jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan dan menjadi sangat dekat.

Dari awal, buku ini membuat saya kagum sekaligus terharu. Di sebuah Sekolah Kreatif Rumah Asuh Yatim Dhuafa Al Bayyinah Charity Club, yang mempunyai 15 anak asuh. Dengan bermacam-macam karakter anak ada yang aktif, agresif, pasif, pendiam, ceria, pemalu, pemberani dan masih beraneka ragam lagi karakter anak. Dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan semangat berjuang para pejuang cinta di sekolah kreatif ini mendidik, mengajarkan, menyayangi para anak yatim.

Tidak dipungkiri setiap anak pasti membutuhkan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Tetapi para anak yatim, di usia mereka yang belum baligh, mereka harus menerima kenyataan ditinggal selama-lamanya oleh sang ayah tercinta dan hanya tinggal bersama ibu ataupun kakek nenek dan sanak saudara yang lainnya.

Dari ke-15 anak yatim disini ada satu kisah yang membuat saya benar-benar terharu, cerita si Melyana Anggita yang disapa Melly. Anak sulung dari 3 bersaudara yang pemalu namun sangat penurut. Dia sejak kecil ditinggal oleh sang ayah karena kecelakaan, kini dia tinggal bersama neneknya, sementara ibu dan kedua adiknya tinggal di kampung halamannya. Melly ternyata sering mengumpulkan uang santunan lalu dikirimkan ke ibu dan adik-adiknya di kampung halaman.

Dari Melly pun kita bisa belajar tidak ada alasan untuk tidak membahagiakan orang tua maupun keluarga. Bermodalkan santunan yang didapat dari orang lain, Melly menyisihkannya untuk ibu dan adiknya, dia tetap bisa membahagiakan ibu dan adik-adiknya. Karena ketika kita bisa membahagiakan orang lain, tentunya kita juga sedang membahagiakan hati kita sendiri.

Kisah para anak yatim dan para pejuang cinta di buku ini mengajarkan banyak hal. Perjuangan, kesabaran, kebahagiaan, arti berbagi, keikhlasan, dan istiqomah nya para pejuang cinta dalam mengasuh para anak-anak surga. Di sela-sela kesibukannya, para pejuang cinta selalu menyempatkan waktu untuk ada diantara para anak-anak yatim. Semoga kelak anak-anak di sekolah kreatif menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya.

Inspirator Academy - Book Review - Diary Yatim dan Petualang Cinta oleh Stephanie Prisca Dewi

 

RelatedPost

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!