Writing Heroes 2015, Vitasari Mahrum

Sang penguasa itu abstrak
Sulit ditebak tak dapat diterka
Sang penguasa itu samar
Sulit di pahami tak dapat dikira

Dia menyuruhku mengikuti katanya
Tapi berkata lain setelahnya
Dia menyuruhku mengikuti tingkahnya
Tapi bertingkah lain sesudahnya

Dia berkoar koar tentang kemerdekaan
Tapi dia yang mengukung kami
Dia berjalan terdepan menuntut hak
Tapi dia yang menginjak injak kami

Awalnya datang dengan sayap suci malaikat
Kami kagumi kami ikuti kami dengar
Janjinya begitu apik
Hingga semua percaya menjadi mungkin

Seketika tanpa pemberitahuan
Sayap putih itu sirna oleh kekuasaan
Yang tersisa hanya tanduk hitam
Yang disembunyikan sama apiknya

Dia yang menyarankan untuk berumah
Tapi dia juga yang meratakanya
Dia yang menyarankan untuk bersawah
Tapi dia juga yang membasminya

Dia yang memintaku bergerak
Tapi aku bergerak dia mewaspadaiku
Dia memintaku bekerja
Tapi aku bekerja dia memecatku

Ada denganmu sang penguasa?
Aku harus bagaimana?
Kau bilang kau mencintai kedamaian
Tapi selalu saja kau memintaku bertikai

Kita telah mencoba mengertimu
Kita telah mencoba mempercayaimu
Kita telah mencoba menghormatimu
Kita telah mencoba mengikutimu

Tapi apa balas dari semua coba kami
Kedamaian? kesejateraan? kependidikan?
Tidak ada… tidak ada….

Kami tidak butuh segala kemewahanmu
Kami tidak butuh segala kemahalanmu
Lihat kami… lihat kami….
Rasakan kesakitan hidup kami

Sang penguasa…
Ketika rasa sakit kami dapat kau rasakan
Itu cukup

Sang penguasa…
Rasa sakit ini hanya dapat diobati
Dengan kedamaian, kesejateraan, kependidikan
Selainitu,kamitakperlu

Bahagia kami bukan ketika kemewahan kau limpahkan
Tapi bahagia kami ketika kau ikut terenyuh dengan kepedihan hidup kami

Sang penguasa…
Berhentilah abstrak berhentilah samar
Mulailah membuka memulailah mengerti
Karena kamu sang penguasa….