Pagi ini aku tergugah untuk menuliskan hal ini, Membenahi Bencana dari Dalam. Tidak, penulis bukan ingin mengaduh-ngaduh mengeluh dihadapanNya agar semua bencana ini segera berakhir. Namunpenulis hanya ingin mengajak kamu untuk sadar bahwa yang perlu dibenahi itu yang ada disini, yaa “Benahinnya tuh disini..” Karena kita sebagai manusia memiliki keterbatasan untuk merubah apa-apa yang ada diluar sana, maka ada baiknya kita mulai membenahi dari dalam.

Oke mari kita mulai, apa yang sebenarnya penulis ingin ajak benahi bersama. Pertama-tama mari kita bahas beberapa penyebab terjadinya bencana, diantaranya adalah Tuhan sedang memberikan Ujian untuk hambanya lalu berikutnya Tuhan juga sedang memberikan Azab kepada ummatnya yang lalai dan memang pantas mendapat teguran. Tak dapat dipungkiri, banyak diantara kita yang memiliki persepsi bahwa kedua hal ini adalah diantara sebab terjadinya bencana.

Memang benar adanya karena bukan hanya dalam Al-Qur’an saja, hal ini juga dibahas dalam berbagai kitab suci dari berbagai keyakinan dan memang begini adanya. Namun untuk kedua sebab diawal ini, penulis tidak memiliki kapasitas untuk membahasnya, karena kedua hal tersebut sudah diluar jangkauan kita sebagai manusia. Maka dari itu kita cukupkan untuk membahas kedua penyebab tersbut dan marikita lanjutkan untuk penyebab berikutnya.

Seperti yang penulis sampaikan diawal, penulis tidak ingin mengajak untuk mengaduh-ngaduh mengeluh kepada tuhan agar segera menghentikan semua bencana ini. Penulis ingin mengajak untuk membenahi yang ada di dalam sini. Namun sebelum masuk ke dalam intinya, masih ada beberapa penyebab terjadinya bencana alam yang ingin penulis sampaikan lagi, agar ketika sampai pada intinya kita semua benar-benar paham mengapa hal ini terjadi, mengapa hal itu terjadi.

Fakta berikutnya adalah, tidak semua bencana alam terjadi begitu saja secara alami. Bagaimana bisa? Ternyata ada beberapa bencana alam yang terjadi dengan adanya peran teknologi. Teknologi ini bernama H.A.A.R.P. Perangkat teknologi ini memiliki kemampuan memanipulasi cuaca dan iklim, bukan hanya itu, gempa, badai petir, badai angin, tornado bahkan tsunami bisa diciptakan dengan peran teknologi ini.Begitu luar biasanya kecerdasan manusia ciptaanNya dapat menemukan kecanggihan teknologi seperti ini.

H.A.A.R.P adalah singkatan dari High Frequency Active Auroral Research Program. Program ini memang masih dirahasiakan, tidak banyak dipublikasikan. Media pun meliputnya sebagai project penelitian atmosfer, bukan sebagai alat pengendali iklim dan cuaca, apalagi sebagai pembuat bencana alam. Yang ingin penulis tekankan dalam pembahasan ini adalah, H.A.A.R.P menggunakan gelombang electromagnetic untuk memanipulasi mekanisme alam yang tengah terjadi. Dengan memanfaatkan potensi energi di muka bumi lalu menembakkannya ke hamparan atmosfer.

Penyebab bencana berikutnya ini cukup mainstream, ialah perilaku manusia. Sebenarnya pembuatan H.A.A.R.P ini juga masuk kedalam perilaku manusia yang mengakibatkan bencana alam. Namun yang penulis maksud perilaku mainstream disini adalah, ketika di suatu tempat ada yang sedang membakar hutan misalnya. Maka secara instan akan terjadi bencana kabut asap dari kobaran hutan yang sedang terjadi, hingga selanjutnya tanah pun mulai longsor karena tidak ada yang mampu menyangganya kembali, lalu datanglah banjir saat sudah tidak ada lagi yang cukup untuk menyerap air disanadan seterusnya menjadi lingkaran setan. Perbuatan menggunduli hutan seperti ini saja, dapat membuat rantai bencana yang berkepanjangan.

Sebentar lagi kita sudah mulai masuk kepada intinya.Penulis benar-benar ingin mengajak pembaca untuk memahami sebuah konsep menarik yang satu ini, bencana alam juga terjadi karena Vibrasi Manusia.Apa itu Vibrasi? Vibrasi adalah getaran yang dipancarkan oleh pikiran dan perasaan manusia.Penelitian membuktikan bahwa pancaran pikiran dan perasaan juga terlibat dalam proses terjadinya bencana alam. Heartmath Institute telah meneliti hubungan otak dan jantung manusia yang ternyata juga memancarkan gelombang elektromagnetik.Masih ingatkah dengan teknologi H.A.A.R.P yang juga memancarkan gelombang elektromagnetik. Dari sini kita akansemakin dalam membahas pancaran vibrasi seperti apa yang telah manusia pancarkan hingga mamputurut andil dalam proses terjadinya bencana alam.

Pada tahun 1972 ada sebuah riset yang dilakukan oleh Maharishi Mahesh Yogi, yang hingga kini dikenal sebagai Maharishi effect.Disini Maharishi melakukan uji coba bersama 10.000 orang relawanyakni sekitar 1% penduduk di Amerika bagian utara. Setelah percobaan ini dilakukan, terjadilah sebuah penurunan yang drastis hingga 25% pada angka kejahatan dan kriminal yang terjadi padakota tersebut. Bayangkan 1% penduduk yang terpanggil saja sudah bisa membuat efek kebaikan hingga 25%, bagaimana bila 2%,3% atau 5% penduduk yang terpanggil? Tentunya gradual efeknya akan semakin terasa.

Ternyata yang mereka lakukan adalah sebuah meditasi khusus bernama meditasi transendental, dimana para relawan disini melakukan meditasi yang menghasilkan rasa damai dan tentram dalam pikiran dan perasaan mereka.Dengan kata lain mereka sudah mengakses high level energy vibrasi. Ini yang ingin sekali penulis sampaikan kepada kita semua ummat muslim di Indonesia, jika dalam suatu wilayah penduduknya banyak yang melakukan ibadah dalam hal ini adalah sholat, namun ternyata masih banyak tindak kekerasan dan criminal yang terjadi di wilayah tersebut, nampaknya memang patut dipertanyakan apakah ibadah yang kita lakukan sudah benar adanya?
Hingga sampai pada titik ini kita tidak boleh langsung mudah menyimpulkan,“Ohh wilayah ini sering terkena bencana berarti vibrasi orang-orangnya buruk..”Karena bisa jadi ada wilayah-wilayah yang vibrasinya jauh lebih buruk daripada wilayah bencana tersebut, namun tuhan masih sayang kepada kita.Maka diturunkanlah ummat terpilih yang memiliki vibrasi yang besar, agar ummat di wilayah ini dapat terselamatkan. Masih ingatkah nabi besar kita Muhammad SAW diturunkan di wilayah yang vibrasinya benar-benar hancur, zaman puncak kejahiliyaan di kota mekkah sana.

Begitu pula ketika Tuhan benar-benar sudah ingin memberikan bencana kepada sebuah ummat, maka dimintalah pergi telebih dahulu ummat yang memiliki vibrasi tinggi sebelum bencana itu akhirnya dihadirkan. Masih ingat peristiwa Nabi Nuh dan pengikutnya yang diminta untuk pergi oleh Allah Swt, sebelum akhirnya Allah Swtmenenggelamkan semua ummat yang tidak kunjung mengikuti ajaran nabyullah di zaman itu. Dari sini kita mulai sadar ibadah bukanlah hal yang kasat mata saja, disamping itu kita juga perlu mendalami esensi didalam setiap jengkal ibadah yang setiap hari kita persembahkan padaNya.

Diakhir sebelum kita bertemu kembali dilain waktu, penulis ingin menyampaikan. Lalu apa yang terjadi bila teknologi sudah tidak lagi mengubah mekanisme alam dan perilaku serta vibrasi semua manusia sudah positifdan baik adanya, apakah masih akan ada bencana? Pertanyaan menarik, jawabannya adalah masihakan tetap ada bencana. Waah bagaimana bisa?Karena ternyata setelah penulis selami dalam-dalam, sebenarnya kata bencana ini kurang tepat bila kita gunakan pada setiap peristiwa alamyang terjadi.Karena ternyata selalu ada maksud baik yang tuhan berikan pada setiap peristiwa alam yang terjadi, sungguh tidak elok rasanya bila kita menyebut peristiwa-peristiwa alam ini sebagai Bencana.

Mari kita perhatikan, gunung meletus tercipta agar tanah disekitarnya menjadi subur.Itulah mengapa tanah jawa begitu subur, karena memang banyak gunung merapi aktif di tanah jawa ini. Begitu juga, tsunami terjadi karena masuknya air bah kedalam palung laut hasil dari pergeseran lempeng bumi, agar bumi dapat terus berotasi dalamkeseimbangan.Dalam istilah jawa, bumi ini memang sedang nyambut gawe, memang sedang ada kerjaan. Jadi sebenarnya yang diluar sana sudah baik adanya,Allah Swtsudah memberikan yang terbaik untuk kita. Maka dari itu perlu kita sadari, bahwa sepatutnyayang pertama kita benahiadalah yang ada disini, di dalam hati ini. Alhamdulillah sampai disini dulu, Salam Ikhlas.

Writing Heroes 2015, Zee

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!