Melukis menjadi media untuk menggambarkan keindahan dan perasaan dari diri. Dengan melukis berarti kita menciptakan sebuah rasa syukur yang ditumpahkan dalam kanvas lukisan.

Keindahan sangat lekat dengan Tuhan. Tuhan mencintai keindahan oleh karena itu kita dituntut untuk bisa beramal dan beraparas indah. Tidak harus sempurna melainkan enak dipandang sesuai dengan ketetapan-Nya.

Ketika menyampaikan pesan pun kita dituntut untuk bisa melakukan dengan cara yang terbaik. Kita juga harus bisa menyesuaikan keadaan. Karena banyak orang yang baik namun salah menyampaikan pesannya. Atas dasar itulah workshop Melukis Slide dengan Hati diadakan. Para panitia dan trainer mempunyai visi yang sama; yaitu melawan kejelekan dengan menciptaka keindahan dalam slide.

Terlebih ketika kita ingin presentasi di depan orang banyak, maka pesan yang ingin disampaikan harus didesain secara ilustratif dan menggugah. Kita mencoba agar slide bisa berbicara, membuat peserta tidak jenuh, dan masuk ke dalam alam bawah sadar.

Setelah melewati beberapa tahap persiapan. Ada 10 peserta yang hadir dalam kelas eksklusif ini. Terdapat peserta yang dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cianjur, bahkan dari Bandung. Mereka datang bersatu padu untuk menimba ilmu. Seperti orang yang kehausan di tengah gurun pasir, mereka menyimak dengan baik materi, mengikuti arahan dan petunjuk trainer.

Satu sama lain saling belrlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Suasana pun tergolong cair. Pembawaan ice breaking oleh MC di awal training membuat peserta terhentak bingung. Mereka ditantang untuk bisa mendirkan 12 paku di atas satu paku yang berdiri tegak. Mereka yang baru kenalan sekilas diharuskan untuk bisa lebih dekat dan saling kerjasama. Mereka dituntut untuk berfikir kreatif, menganilasa bagaimana bisa memecahkan masalah tersebut.

Apa yang terjadi? Waktu 15 menit tidak cukup bagi mereka untuk memecahkan tantangan.  Meskipun belum ada yang berhasil namun ada satu kelompok yang sudah 60% benar. Di hari kedua workshop, para peserta diadu kekompakan kelompoknya, games yang dibawakan oleh MC adalah memindahkan karet hanya dengan sedotan yang diletakkan di mulut. Waktu 5 menit perlombaan, serasa waktu 5 jam yang membuat mulut pegal pegal. Karena harus mengemut sedotan agar bisa memindahkan karet dengan cepat.

Games tersebut membuat peserta semakin dekat dan saling terbuka. Ada timbal balik dari kerjasama tim yang dilakukan. Sehingga suasana workshop pun berjalan lancar. Di sesi akhir, Bang Andi Sukma Lubis memberikan tugas untuk membuat cover majalah yang isinya adalah foto dan masing masing branding peserta. Para peserta sangat puas dengan praktek selama dua hari, meskipun saking puasnya mereka minta untuk ditambah harinya. Hehehe. So, acara ini sukses berat. Alhamdulillah.