Inspirator Academy - Book Review - The Power Of Kepepet - Rizal Dwi AmbodoBuku The Power of Kepepet mengajarkan kepada para pembaca bagaimana caranya untuk menjadi pengusaha yang memiliki power. Mayoritas orang terjebak dalam zona nyaman, sehingga mereka cenderung takut untuk memulai sesuatu yang baru dan besar. Untuk menjadi pengusaha, tekad kuat saja tidak cukup. Kita perlu menciptakan situasi-situasi yang mendorong kita untuk lebih cepat melangkah ke depan menjadi pengusaha sukses. Situasi tersebut bukanlah situasi biasa, namun situasi tersebut adalah situasi yang bisa memberikan power dari belakang. Ya, ciptakanlah situasi kepepet, atau bisa disebut The Power of Kepepet. Misalnya, anak sakit keras, biaya cicilan kendaraan nunggak, istri banyak tuntutan, hutang masih awet, dan pada saat yang sama, perusahaan mulai kolaps sehingga harus ada perampingan pegawai di-PHK. Wah… Kalau sudah seperi itu, kita tidak perlu bertanya “Apa yang harus aku lakukan?”, karena jawabannya sudah sama-sama kita ketahui, Ngebut! Selesaikan masalah-masalah tersebut. Pasti mau tidak mau kita harus menebus semua biayanya.

Sama halnya, jika kita berada di atas gedung kembar 10 lantai. Jarak antara kedua gedung tersebut 10 meter. Di antara gedung tersebut dibentangkan besi yang hanya selebar kaki untuk menjembatani kedua gedung. Katakanlah Anda berada di gedung A, gedung depan adalah gedung B. Maukah Anda menyeberang gedung itu melalui sebatang besi tadi? Mungkin Anda berpikir, “Iseng banget pertaruhin nyawa tanpa arti!” Betul? Bagaimana kalau kita diberi iming-iming hadiat uang tunai senilai 1 juta? Masih pikir-pikir ya? Kenapa? Karena tidak sebanding dengan resikonya. Bagaimana kalu dinaikkan menjadi 10 juta? Ehm… Masih kurang gede? Bagaimana kalau 1 Milyar? Nah ini pasti menarik!

Kondisi kedua, bagaimana jika selain iming-iming 1 milyar, di belakang Anda dilepaskan seekor macan yang siap menerkam Anda di di gedung A tersebut? Oops! Pasti tambah kencang menyeberangnya.

Kondisi ketiga, bagaimana jika iming-iming 1 milyarnya dihilangkan, tapi macannya tetap dilepaskan di belakang Anda? Tak usah pikir panjang, pasti Anda akan lari sekencang mungkin sekuat tenaga menyeberang gedung tersebut! Jadi, lebih besar mana, the power of iming-iming atau the power of kepepet? Kekuatan dari hal yang kepepet itulah yang memberikan energi yang berkali-kali lipat dari biasanya.

Nah! Untuk menjadi pengusaha yang sukses yang memiliki power, harus bisa menerapkan seolah-olah mereka sedang dalam situasi kepepet yang harus mengejar target di depan dengan segera.

Tetapi, bagaimana cara menciptakan kondisi kepepet seperti itu? Pertama, secara fisik (yang bisa kita indera), kedua secara imajinasi.

Cara imajinasi, yakni dengan membayangkan seolah-olah kita dalam kondisi kepepet. Dengan demikian, kita kan terdorong untuk memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita agar bekerja secara maksimal. Secara fisik, dengan berhutang untuk modal usaha. Nah, secara otomatis kita akan termotivasi untuk mengembalikan hutang tersebut. Atau, bisa juga kita langsung terima pesanan/order meskipun usaha belum dimulai. Otomatis, kita ‘terpaksa’ memenuhi order tersebut.

Semua itu pilihan, dan pilihan tersebut ada di tangan Anda. Tetapi, untuk cepat menjadi pengusaha yang mempunyai power, situasikan diri Anda seolah-olah Anda ada di posisi yang kepepet.

Inspirator Academy - Book Review - The Power Of Kepepet - Rizal Dwi Ambodo

RelatedPost

RUANG INSPIRASI

Daftar dan belajar di Ruang Inspirasi, belajar bersama 8 Mentor hebat!

RUANG INSPIRASI

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!