Book - Who Moved My CheeseJudul Buku: Who Moved My Cheese? Cara Cerdas Menyiasati Perubahan Dalam Hidup dan Pekerjaan

Penulis: Spencer Johnson, M.D

Penerbit: Elexmedia Komputindo

Tahun Terbit: 2009 (Cetakan ke-9)

Tebal: 105 halaman

Book Reviewer: Tutut Laraswati

 

Jika Anda tidak berubah, maka Anda akan punah?”

Seringkali, orang masih takut untuk beradaptasi dengan hal baru. Berpindah tempat dari tempat yang sudah nyaman ke tempat yang asing barangkali akan membuat beberapa orang menjadi begitu tertekan. Tak jarang, banyak orang yang akhirnya menjadi gagal dalam menjalani kehidupan. Dengan dalih mencari kebahagian di tempat baru, seringkali orang akan merasa tak bisa bersosialisasi dengan halTak jarang kegagalan ini membuat sebagian orang merasa depresi bahkan gila.

Buku Who Moved My Cheese karya Spencer ini adalah rujukan bagi sebagian orang yang sedang menjalani kehidupan baru yang kurang nyaman seperti tempat kerja yang baru, kehidupan baru. Who Moved My Cheese adalah perumpaan yang mengungkap kebenaran sejati tentang perubahan. Cerita dalam Who Moved My Cheese bercerita tentang Hem dan Haw yang merupakan sepasang kurcaci dan Sniff dan Scurry yang merupakan sepasang tikus. Mereka berempat selalu mencari keju di labirin di sektor C.

Cerita dimulai ketika empat karakter ini mencari keju agar mereka bahagia. Tikus mempunyai kebiasaan yang sama dengan manusia. Setiap pagi mereka mencari jalan untuk mencari keju kesukaan mereka. Sniff dan Scurry mempunyai otak yang sederhana namun memiliki insting yang bagus. Mereka menggunakan metode trial dan eror dalam mencari jalan untuk menemukan keju. Tak jarang, seringkali mereka tertabrak dinding ketika salah mencari jalan. Namun mereka tak pernah menyerah. Mereka terus mencoba dan terus mencoba. Sniff mempunyai penciuman yang tajam sedangkan Scurry bisa berlari lebih cepat untuk mengejarnya.

Hem dan Haw mempunyai otak yang lebih kompleks dengan kepercayaan diri dan emosi yang baik sehingga membuat pemikiran dan jalan mereka jauh lebih rumit. Haw menginginkan tinggal di tempat yang nyaman dan menyenangkan bersama keluarganya. Sedangkan Hem ingin menjadi tuan besar di rumah mewah di Beverly Hills.

Meskipun banyak keju di berbagai tempat, namun keempat karakter ini hanya menuju satu tempat di sektor C. Lalu setiap pagi Sniff dan Scurry berjalan menuju sektor C melalui jalan yang sama. Agar mereka bisa berlari lebih cepat, mereka menggantungkan sepatu di leher mereka sehingga mereka menikmati kejunya lebih awal.

Tapi tiap pagi, Hem dan Haw berangkat ke sektor C sedikit agak siang. Dengan cara cepat maupun lambat, mereka berjalan menuju sektor C karena mereka beranggapan bahwa keju selalu tersedia di sana. Mereka selalu beranggapan bahwa setiap hari akan ada keju yang akan menjamin mereka. Mereka lalu membuat tulisan di dinding, “Having Cheese Makes You Happy.” Sayangnya, Hem dan Haw menjadi lengah dan tidak pernah menduga apa yang terjadi kemudian.

Sementara Scury dan Sniff selalu datang lebih pagi untuk melihat perubahan yang terjadi di sektor C. Mereka selalu datang lebih pagi dan mendapati sektor C sudah taka da lagi keju. Mereka tidak menyangka dunia akan berubah begitu cepat. Lalu mereka pun ikut berubah. Dengan cepat mereka mencari keju di tempat lain.

Tak lama kemudian, Hem dan Haw tiba di sektor C. Mereka tidak mengetahui perubahan yang terjadi di tempat itu. Di saat Sniff dan Scurry mulai bergerak ke tempat lain, Hem dan Haw justru sibuk mengira-ira dan bergumam. Suatu malam Haw menulis di dinding, “The More Important Cheese is to you, the more you want to hold onto you!”

Entah atas dasar apa, Haw dan Hem masih saja mendatangi tempat itu. Alhasil mereka tidak menemukan apapun. Hem dan Haw akhirnya mengeluh dan marah mengapa tidak ada keju lagi di sektor C. Sementara itu, Sniff dan Scurry terus mencari keju di tempat lain. Mereka tak memikirkan apapun selain mencari keju yang mereka inginkan. Sampai akhirnya mereka menemukan keju di sektor N.

Hem dan Haw masih sibuk bergumam di sektor C yang kosong. Namun di tengah jalan, Haw mulai membayangkan keluar dari tempat itu dan menemukan keju di tempat lain. Namun, belum sempat dia mencicipi keju yang dia inginkan, Hem tak mau diajak mencari keju di tempat lain. Hem masih ngotot bahwa akan ada keju di tempat itu. Hem mengatakan bahwa jika mereka keluar dari tempat itu, akan ada bahaya yang akan menyerang mereka. Haw pun membayangkan hal-hal yang buruk dan harapan akan keju baru menjadi buyar.

Akhirnya mereka terus saja mondar-mandir di tempat itu dan tidak mendapatkan apapun selain lapar dan stress. Haw akhirnya bertindak dan mulai berpikir lebih jernih. Dia lalu kembali mengajak Hem untuk mencari keju di tempat lain, namun lagi-lagi Hem menolak.

Haw akhirnya mencari ke tempat lain. Awalnya dia tersesat, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa. Akhirnya dia menemukan formula agar bisa kembali pulang ke rumah tanpa tersesat. Dia menulis tulisan seperti biasa di tembok yang dia lewati.

Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, Haw akhirnya menemukan keju di suatu tempat meskipun sangat sedikit. Dia lalu menemui Hem dan memberikan keju untuknya. Namun lagi-lagi Hem menolak. Dia selalu beranggapan bahwa keju dari tempat lain tak seenak keju di sektor C. Hem selalu menolak hal-hal baru.

Haw lalu melanjutkan perjalanan, melakukan segala hal agar bisa menemukan keju baru dengan tetap membuat tanda di tembok. Dia juga berharap Hem akan menemukan jalan sesuai dengan tanda yang dibuatnya di tembok.

Haw terus saja berjalan, membunuh semua keraguannya. Sampai akhirnya dia menemukan keju baru dengan jumlah yang banyak di sektor N. Haw sadar, Sniff dan Scurry lebih dulu berada di tempat itu. Untuk mengantisipasi keteledorannya yang sering tertidur ketika merasa aman, Haw lalu mulai mempelajari tempat baru tersebut dan mencatat perubahan-perubahan yang terjadi setiap harinya. Lalu dia mendengar suara sepatu. Dia berharap itu adalah Hem yang telah mengikuti tanda yang dibuatnya selama perjalanan. Namun, apakah orang yang akan datang itu adalah Hem?

Cerira keempat karakter berhenti di pertanyaan, “akankah Hem menyusul ke sektor N?” Sedikit menggelitik memang. Namun buku ini sedang mempertanyakan kepada pembacanya apakah Anda akan mengikuti langkah Haw dan menemukan keju yang diimpikannya?

Hem barangkali adalah bagian dari kehidupan kita yang sangat takut memulai hal-hal yang baru, sangat takut gagal dan sejumlah alasan yang lainnya. Namun yang paling penting adalah, jika kita berada di tempat baru, maka kita harus senantiasa bergerak cepat menghadapi perubahan lalu berdamai dengan keadaan yang sudah ada. Haw sudah membuktikan bahwa dia berhasil menemukan keju yang diimpikannya. Lalu bagaimana dengan Anda?

Buku ini menarik karena dibuat dengan bahasa yang sederhana dan cerita yang mudah dipahami. Dengan membaca buku ini, Anda diharapkan bisa menyiasati hidup Anda dengan lebih baik dan menemukan kebahagiaan seperti keju yang diinginkan Sniff, Scurry, Hem dan Haw

Inspirator Academy - Book Review - Who Moved My Cheese oleh Tutut.

Related Post

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!